Si Anak Rata-Rata

Gadis mungil itu memiliki paras yang ayu dan menawan.

Bola matanya kecokelatan dihiasi dengan bulu mata lentik.

Hidungnya lancip mungil.
Wajah nya pun selalu dihiasi bibir merah yang tak lelah tersenyum.

Hadir disetiap kesulitan , hadir disetiap luka dan membasuhnya.

Seakan kegelisahan sirna ketika dia datang.

Layaknya seperti gadis biasa, dia penuh mimpi dan harap.

Mencintai dunia negeri dongeng, bermimpi akan menjadi seorang putri kelak.

 

Harinya dipenuhi dengan macam-macam cerita.

Yang manis, dengan penuh canda bersama kawan-kawannya.

Yang pahit, membuat kelima inderanya seolah tak berfungsi.

Yang bagai pisau, menyayat ditiap integumennya.

 

Gadis itu cerdas, tetapi ada seorang yang lebih cerdas.

Gadis itu cantik, tetapi ada wanita yang mirip dengan porcelain dolls.

Gadis itu baik, tetapi ada seorang anak lelaki yang setiap hari bekerja, demi memberi ibunya yang renta, segelas susu hangat.

 

Gadis itu tak pernah mengeluh, tak pernah merasa susah dengan keadaanya.

Dia tidak pernah merasa di bawah, walau dia tau banyak orang yang berusaha menginjaknya.

Tidak pula ia merasa berada di atas orang lain, tidak pula ia menatap orang lain dengan angkuhnya.

Dia si anak rata-rata. 

Demikian aku menyebutnya. Dengan segala keterbatasan dan kemampuan dibalik kesederhanaan, aku mengagguminya.

 

kids-porcelain-doll
         kids-porcelain-doll

 

Jakarta, 11 September 2013

Advertisements

One thought on “Si Anak Rata-Rata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s