Gadis di tepi danau

Gadis itu , berambut panjang, hitam, bergelombang sebagian bawah.
Wajah putih nya bersinar.

Gadis manis itu tersenyum, penuh rahasia.

Sekali lagi dia mengedipkan matanya.

Gadis mungil itu menyandarkan tubuhnya pada sebatang pohon besar ditepi danau.
Memanjakan dirinya dalam pelukan ranting-ranting tua dan balutan senja yang semakin pudar.

Bola matanya yang menyimpan misteri diarahkannya ke cahaya bulan.
Menatap sendu.

Gaunnya menjuntai ke tanah, terseret sedikit air danau yang mulai naik.
Kemudian dia merendahkan tubuhnya di tepi danau.
Melihat pantulan wajahnya berhias perhiasan malam

Terasa sempurna, terasa cantik.
Alunan melodi hutan mulai terdengar, gadis cantik itu beranjak pergi.

Melewati tanah-tanah yang basah, melangkahkan kakinya dengan anggun.
Membuat irama disetiap hentakan kakinya.

Oh, dia terlihat mulai berdansa.
Berputar, gaunnya berputar.
Mengalir, kedua tangannya mengalir.

Sang bulan meredup, semilir angin terus bertiup.
Gadis itu kemudian berpaling, semakin membisu.

Terdiam.
Sunyi.
Gadis manis itu kemudian tercekat diantara kegelapan malam.

Jakarta,  23 September 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s