Bintang yang paling terang

Selamat pagi.

Semalam saya tidur lebih awal. Ini semua gara-gara terlalu bahagia makan kwetiaw yang enak setelah lama ngidamnya.
Rasanya jam 8 pun sudah teler, dan membuat saya lupa diri dengan BAB II beserta Herpes Zoster. Oke lupakan.

Enggak nyangka aja ternyata semalem dapet text dari seseorang, bintang inspirasi saya. Enggak penting sih, ya tapi enggak tau juga penting/tidak. Pokoknya jam 5 pagi baru dibalas. itupun gara-gara keinget mau puasa hari ini.

Mungkin sang bintang sudah redup dikala fajar, jadi dari bumi cahaya nya tidak terlalu terlihat, tapi aku yakin dia sedang bersembunyi sembari memperhatikan.

Hari ini tidak terlalu banyak acara, kecuali dengan kerjaan yang menumpuk akibat terlalu malas menggerakan tangan. Lagipula sel abu-abu saya tampaknya masih malas beraktifitas.

Yasudah demikian saja hari ini. Semoga sang bintang tetap bersinar, semoga sang matahari selalu tegar.

Jakarta, 24 September 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s