Monthly Archives: October 2013

Review produk : skin care vitamin E The Body Shop

Selamat Pagi semua
Semoga hari ini jadi hari Rabu yang ceria ya.

Hari ini saya mau mencoba review salah satu produk skin care The Body Shop.

Pasti sudah banyak yang tahu, produk skin care keluaran The Body Shop sangat beragam, hal ini disesuaikan dengan kondisi kulit kita.
Jadi gak perlu bingung dengan banyaknya produk-produk skincare nya TBS ini, asalkan kita tahu jenis kulit wajah kita sendiri.
Untuk yang belum tahu bisa lihat di gambaran jenis-jenis kulit wajah.

Skincare atau perawatan khusus wajah Body Shop, memiliki produk yang dibuat untuk jenis-jenis kulit tersebut.

Misalkan :
* rangkaian Tea Tree untuk kamu yang memiliki wajah berminyak
* rangkaian Vitamin C untuk kamu yang ingin punya wajah segar
* ada pula Pomegranate dan Nutriganics sebagai anti aging
* Moisture White Shiso yang ingin memiliki wajah cerah
* rangkaian produk Vitamin E untuk kamu yang memiliki kulit kering

(Dan masih banyak lagi produk TBS lain, untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat di official link The Body Shop Indonesia)

Kali ini yang akan saya bahas adalah rangkaian produk Vitamin E The Body Shop

Selama ini, hingga saya berusia 21 tahun, saya jarang sekali merawat wajah. Kecuali pakai facial wash atau milk cleanser dan toner (ini juga kadang-kadang).
Kulit saya alhamdulillah jarang sekali bermasalah, kecuali ada masa-masa dimana tingkat hormon saya meninggi maka munculah 1-3 jerawat kecil terutama di hidung dan dagu.

Jenis kulit saya adalah normal cenderung kering.
Aktifitas saya lebih sering di indoor dan lebih sering terpapar AC.

Baru pertengahan September saya mulai melirik para wanita-wanita, entah itu ketika saya lagi jalan di mall atau wajah teman-teman saya, semuanya pada kinclong-kinclong dan mulus. Ah saya jadi pengen :))
Rata-rata setelah saya bertanya kesana kemari, mereka datang ke dokter kulit, atau klinik skin care yang terkenal. Dan rata-rata keluhan mereka adalah wajah penuh jerawat dan berminyak.
Saya tertarik untuk pergi ke tempat perawatan gitu, tapi biayanya aduhai bisa sampai »500rb dan harus rajin meet up dengan dokter. (Kelihatan banget kalau saya ini pemalas, haha)

Saya pun browsing produk skin care dengan kriteria ini :

* aman, tidak berbahaya, terdaftar di BPOM
* harga terjangkau
* mudah dicari produknya

Yah, kurang lebih seperti itu lah, disalah satu pencarian TBS ini juga masuk dalam kriteria tersebut.
Suatu saat saya jalan di Margo City, saya lihat gerai TBS (sebenarnya dari dulu sudah pengen kesini, cuma belum terlalu tertarik untuk merawat diri). Awalnya mau beli body mist yang pagi discount, eh sekalian aja deh beli skin care. Saya tanya ke mbak nya yang cocok untuk kulit kering, dan ditunjukanlah produk Vitamin E.

Akhirnya saya pun membeli :

image

sebenarnya rangkaian produk Vitamin E ini ada macam-macam, seperti : Gentle facial wash, SPF 15 Lotion, Mask, Body Soap, Eye cream, dsb
tapi yang saya butuhkan adalah daily cream dan night creamnya.

Mulai tanggal 30 September 2013 saya rajin menggunakan cream ini.
Produk Vitamin E ini untuk kulit normal cenderung kering.

1. Vitamin E Moisture Cream

image

Cream ini enak banget dipakainya, ini lebih encer dibandingkan cream malamnya.
Pas dioleskan ke wajah langsung meresap dan moist banget.
Teksturnya lembut dan enggak terlalu berminyak.
Sayangnya ketika awal diaplikasikan ke wajah, dia bakal terlihat cair banget dan jadi mengkilap. Jadi saya mengakalinya dengan cara ditepuk-tepuk lembut dengan jari dan tunggu sampai 2 menit hingga kering.

Kekurangannya lagi, si cream ini belum ada SPF nya, jadi harus pakai Protective SPF 15 moisture lotion lagi. (Tapi saya belum beli)

Untuk kamu yang kulitnya kering banget , bisa gunakan Vitamin E Intense Moisture cream

Daily cream ini digunakan sehabis kamu mandi dan cuci muka yang bersih ya. Setelah itu baru deh di aplikasikan 🙂

image

2. Vitamin E Nourishing Night cream

image

Salah satu hal yang bikin saya males pakai Night cream itu karena ada perasaan tebal di wajah saya, sehingga saya ngerasa panas, gerah dan gak nyaman.
Nah Night cream The Body Shop ini agak beda, rasa tebal itu gak terlalu terasa. Teksturnya memang sedikit lebih padat dari daily cream. Tapi pas diaplikasikan ke wajah dia langsung meresap.
Biasanya saya pakai 30 menit sebelum tidur, supaya cream nya gak nempel ke bantal, guling (masa iya mereka gak mau kalah :p ).
Pas pagi harinya, wajah saya terasa cerah, kulit terasa smooth dan mengencang

image

Tipsnya, jangan lupa sebelum pakai cream wajah kita harus dalam keadaan bersih, dan esok pagi ketika bangun jangan lupa dibersihkan bisa dengan menggunakan toner.
Kalo saya, sehabis wudhu di tepuk-tepukan saja dengan handuk kering, atau kalo lagi gak solat bangun tidur pakai toner langsung mandi.

3. Vitamin Cool BB cream
BB cream ini berfungsi untuk menutupi noda-noda di wajah, saya pakai hanya untuk ke kampus saja atau pas jalan-jalan.
BB cream ini bisa tahan sampai 12 jam, aplikasikan ke wajah setelah memakai moisturizer. Selain itu juga, BB cream ini berfungsi sebagai skin care juga lho.
Setelah diaplikasikan ke wajah, cream ini akan menyatu dengan warna kulit kita, jadi tidak terlalu tebal tapi muka kamu akan terlihat lebih kinclong 🙂
Tapi BB cream memang lebih berat creamnya. (Kalo dibanding dengan CC cream)

Nah belum ada sebulan perawatan yang saya lakukan ini cukup membuahkan hasil, wajah saya terlihat lebih cerah dan lebih putih.
Tapi pori-pori saya masih tampak besar 😦
Makanya nanti saya mau mencoba Vitamin E Exfoliator yang berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati, sehingga pori-pori nantinya akan tampak mengecil.
Untuk Vitamin E Gentle facial wash akan saya gunakan setelah facial wash saya yang lama habis.

Maka dari itu ditunggu ya sebulan lagi review nya, nantinya saya akan memasukan foto after before nya. Kalo sekarang masih sama saja karena wajah saya dari dulu enggak terlalu bermasalah 🙂

Selanjutnya saya mau review tentang salah satu body care dari The Body Shop, tapi nanti pas ada free time

Buat kamu yang punya pengalaman sama atau mau sharing tentang wajah kamu,silahkan post di comment box ya.
Enggak masalah kamu pakai produk, merk atau skin care lainnya. Karena tipe wajah tiap orang berbeda, sensitivitasnya, dan masalah cocok-cocokan pula.

Untuk kamu remaja ataupun wanita yang masih malas memperhatikan kulit wajah, ayo mulai dirawat.
Kita sebagai wanita harus rajin membersihkan wajah kita, gak harus seperti model di layar kaca, yang penting adalah kulit sehat dan terawat.
Bukan masalah “Ah yang penting masih ada yang suka sama kita.” atau “Ah saya sudah cantik gak perlu lagi dirawat.” atau merasa “Duh wajah saya mah udah kusam, udah pakai banyak perawatan sama aja.” tapi lebih ke bagaimana kamu mencintai diri kamu sendiri, karena kalau kamu mencintai dirimu sendiri, maka kamu akan memberikan yang terbaik untuk kulit dan wajahmu.

Sekian dulu review dari saya, mohon maaf untuk kata-kata yang kurang pantas 🙂

Jakarta, 22 September 2013.

Ketika Terang Menjadi Gelap

Hari kini sudah berganti, menjelang pagi.
Sudah seperempat malam rasanya terlewati.

Aku bermimpi lagi tentang kamu, bintangku,
tapi ini mimpi yang menakutkan, yang menyeramkan.

Padahal dua malam yang lalu aku bermimpi mendapatimu tersenyum kepadaku.

Mimpi ini tervisualisasi sempurna, dibumbui dengan kisah fantasy.
Mimpi yang sangat ‘nyata’, sehingga memaksaku terjaga karena reaksi denial.

Mungkin akan terpikir aneh, tapi untukku sendiri mungkin ini suatu peringatan, atau suatu kenyataan yang harus kuterima, yang harus kusadari?

Bintangku, aku tahu kamu memiliki banyak teman dekat, tapi kamu memiliki satu yang paling dekat.
Kamu dan dia, menjadi vampire. pembunuh, yang diutus untuk membunuhku dan orang terdekatku. Iya, benar vampire.

Sangat jelas, kamu yang berlumuran darah. Menggunakan setelan jas, dan kuku panjang yang khas. Kulitmu sepucat tak bernyawa.
Kuakui kamu vampire  tampan hampir seperti Edward Cullen tanpa sparkly effect nya.

Ketika tiba waktunya kamu ingin menbunuhku.
Tanpa ragu kamu mendekatiku, bersama.dengan dua adikku.
Aku hanya terdiam, mengetahui niatmu.
Aku hanya berdiri, berusaha melindungi adikku.
Kau bilang “Selamat malam.”
Aku tak menjawab.
Rasanya takut dan kebahagiaan yang bercampur ketika melihatmu.
Tatapanmu tampak tidak ada ragu untuk melakukan tugasmu.
Meski begitu, aku sempat memberi pelukan untukmu, yang pertama dan terakhir kalinya.
Setelah berhasil menguasai tubuh dan pikiranku, kubawa kabur adikku dengan mengelabui kalian.

Lari, kami terus berlari sampai kehabisan napas.
Berlari, berlari. Sampai kami menghentikan langkah disebuah masjid megah yang sangat jauh.
Dan entah kenapa, sudah banyak orang disana yang bertujuan untuk bermalam. Orang-orang itupun adalah teman-temanku. Kami pun merasa sedikit aman. Selanjutnya aku menidurkan adikku dan menitipkan kepada dua sahabatku disitu.

Dengan langkah gontai, aku menjauh dari keramaian.
Kupandangi smartphoneku, ku kirimkan pesan melalui messanger yang biasa kita lakukan.

Kenapa? Begitu tanyaku. Lama kau tak membalas, persis ketika didunia nyata. Kamu pun membalas, memberi alasan kenapa harus membunuhku.

Masih pantaskah aku untukmu? Pesanmu yang terakhir.

Setelah itu terasa gelap, aku terjaga, dengan buliran sisa air mata.

Aku menangis dalam tidur.

Dadaku masih sesak, benar-benar seperti habis menangis.
Aku menghela napas panjang.

Apa ini wujud ketakutan ku terhadap ujian nanti?
Apa dalam sudut hatiku yang jauh kamu masih sosok yang menakutkan?
Apa yang kutakutkan adalah kamu yang akan jauh dariku?
Apa ini menunjukkan perasaanmu memang tidak pernah ada untukku?

Kenapa?

Kata orang mimpi hanyalah kembang tidur, tanpa arti.
Lainnya, mimpi adalah bentuk perasaan atau keinginan alam bawah sadar.

Kamu memang menakutkan untukku.
Dan apakah ini artinya aku harus menyerah?
Menyerah tentang cinta masa lalu?

Ah, lagi-lagi melankolis begini kalau bicara tentang masa lalu.
Sudahlah, aku benar-benar takut.

Maaf kalau boleh tahu di jam yang sama apa kamu bermimpi tentang aku? 

Depok, 21 October 2013 04:42