Monthly Archives: November 2013

Si Sulung yang Manja

Anak pertama, si sulung.
Si Sulung yang sedari kecil cengeng.
Si Sulung yang dulu senang berlari-lari sampai kerikil menghentikan kaki-kaki mungilnya, dia mulai menangis.
Bagi orang dewasa mungkin tak seberapa sakit, tapi si Sulung yang cengeng merasa amat kepayahan.

“Sudah sayang, jangan menangis, ayo beli es krim.” Seorang laki-laki muda menggendong si Sulung dan tangis nya berhenti memecah digantikan suara lidah mengecap es krim.

Si Sulung yang tak pernah diperbolehkan menyentuh api, listrik dan panas.
Si Sulung yang tak pernah diizinkan main bersama teman-temannya, karena mereka biasa main jauh sekali dari rumah.
Si Sulung yang selalu dibekali makanan rumah, menangis minta jajan dan diberi uang tiga ratus perak.

Si Sulung yang mulai cemburu dengan kehadiran si tengah dan si bungsu.
Meski begitu si Sulung mau belajar dan paham.

Saat ini si Sulung beranjak dewasa.
Tapi sang laki-laki muda yang ikut menjadi tua, tidak pernah berubah, selalu masih menganggap si Sulung adalah malaikat kecilnya, putri kecilnya.

Si sulung pun terbiasa dimanja.
Tak pernah absen mengecup pipi ayah ibunya.
Tak pernah lupa cium tangan mereka.

Si Sulung yang manja tidak pernah pergi jauh tanpa pengawasan mereka.
Si Sulung yang tidak terbiasa pergi , menjadi lebih senang menghabiskan pekan bersama mereka.

Si Sulung yang manja, pernah suatu ketika harus pergi menuntut ilmu.
Si Sulung ingin pergi sendiri dengan kendaraan umum.
Sang ayah dengan tergesa menyalakan mesin motornya.
Padahal Si Sulung ingin pergi sendiri.
Sambil menggerutu Si Sulung berusaha agar tidak pergi bersamanya.
Namun dengan sabar sang ayah tetap menunggunya.
Si Sulung pun terenyuh.

Si Sulung yang manja, selalu dijejali dengan cinta.
Selalu dilimpahi perhatian.

Si Sulung selalu menangis ditiap bait doanya.
Bukan, bukan karena tersiksa.
Bukan karena terkekang.

Bagaimana nanti si Sulung akan kehilangan mereka.
Mana hal tidak mungkin jika Sang Pencipta meminta kembali titipanNya.
Si Sulung tidak ingin menangisi, tidak ingin dikasihani.
Si Sulung yang manja harus belajar mandiri.

Depok, 08 November 2013
-Di bawah Naungan Hujan-

Love and Hate

Satu hal yang masih membuat saya bertahan mencintai anda, ya saya memang mencintai anda, begitu dan semenjak dahulu.

Sulit sekali saya ingin mengatakan, tapi saya juga membenci anda.
Jauh setelah saya mencintai anda.

Selalu saja, kata-kata anda, menyakitkan mata berserta perasaan saya.

Anda mungkin tidak mengerti dan juga keheranan.
Tapi anda apa tidak mau tahu?
Saya benci, membenci anda dengan mencintai diri anda.

Kenapa? Kenapa hanya saya yang anda tidak pedulikan?
Kenapa hanya saya yang tidak diperhatikan?
Saya benci dengan perlakuan anda. Saya menyesal.

Selamat tinggal, untuk selamanya.

Depok, 06 November 2013