Serpihan

Aku tidak punya selera humor yang cukup baik untuk membuatmu tertawa, kata teman-temanku aku payah.
Aku berusaha sekenanya melucu, padahal menurutku sudah jauh lebih baik.
Tapi kamu tetap tersenyum, itu saja membuatku senang.
Kamu tersenyum, tapi sepertinya bukan ditujukan untuk aku.

Aku bilang, kamu menawan hatiku, kamu hanya tertawa.
Aku bilang, hati ku sudah untuk kamu, kamu diam saja.

Baiklah, aku mengerti, aku demikian tidak lucu.

Tapi ini bukan lawakan terbaik yang sedang aku bawakan.
Dan aku berkompetisi dengan siapa?
Begitu susahnya memberi kamu sebuah lelucon.

Aku tidak menyenangkan atau aku memang menyusahkan?

Ini cerita yang menarik, aku bersusah payah untuk melihat mu tertawa kepadaku.
Tidak apa, tunggu saja sebentar lagi, sampai nanti kamu bilang aku berhenti.
Tapi kalau kamu suruh aku berhenti, pasti aku akan terluka.

to be continued ······

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s