Category Archives: Uncategorized

I was a little bird

Hanging on the cage of gold

Singing to no one

Expecting my life was perfect

Then he came from nowhere, broke the cage

Push me right behind, to fly, then I saw my perfect life was a lie

The world are fascinating.

Advertisements

Bintangku Telah Redup

Terakhir kali aku melihat cahaya bertebaran di langit, sungguh indah dan nyata. sayang sekali keindahan tersebut untukku hanyalah sementara.

Gugusan bintang-ku telah meredup selamanya. Hilang, meledak di luar angkasa.

Apa daya, aku yang tertanam di tanah bumi, dan kau yang menggantung tinggi di langit, tidak mungkin bersua.

Jika kau menghilang selamanya, maka aku tak akan mampu memandangmu lagi. Aku pun akan segera layu disini, tapi kau tidak seharusnya peduli.

Sungguh aku baru sanggup menggores bait untukmu. Tidak lebih dari apa yang kuharapkan.

Semoga serpihanmu mampu menerangi dan melindungi dari jauh, meski kini bukan aku yang kau berikan cahaya itu.

Terima kasih atas sapaanmu di malam-malam yang lalu, itu sungguh membekas dihatiku.

Si Sulung yang Manja

Anak pertama, si sulung.
Si Sulung yang sedari kecil cengeng.
Si Sulung yang dulu senang berlari-lari sampai kerikil menghentikan kaki-kaki mungilnya, dia mulai menangis.
Bagi orang dewasa mungkin tak seberapa sakit, tapi si Sulung yang cengeng merasa amat kepayahan.

“Sudah sayang, jangan menangis, ayo beli es krim.” Seorang laki-laki muda menggendong si Sulung dan tangis nya berhenti memecah digantikan suara lidah mengecap es krim.

Si Sulung yang tak pernah diperbolehkan menyentuh api, listrik dan panas.
Si Sulung yang tak pernah diizinkan main bersama teman-temannya, karena mereka biasa main jauh sekali dari rumah.
Si Sulung yang selalu dibekali makanan rumah, menangis minta jajan dan diberi uang tiga ratus perak.

Si Sulung yang mulai cemburu dengan kehadiran si tengah dan si bungsu.
Meski begitu si Sulung mau belajar dan paham.

Saat ini si Sulung beranjak dewasa.
Tapi sang laki-laki muda yang ikut menjadi tua, tidak pernah berubah, selalu masih menganggap si Sulung adalah malaikat kecilnya, putri kecilnya.

Si sulung pun terbiasa dimanja.
Tak pernah absen mengecup pipi ayah ibunya.
Tak pernah lupa cium tangan mereka.

Si Sulung yang manja tidak pernah pergi jauh tanpa pengawasan mereka.
Si Sulung yang tidak terbiasa pergi , menjadi lebih senang menghabiskan pekan bersama mereka.

Si Sulung yang manja, pernah suatu ketika harus pergi menuntut ilmu.
Si Sulung ingin pergi sendiri dengan kendaraan umum.
Sang ayah dengan tergesa menyalakan mesin motornya.
Padahal Si Sulung ingin pergi sendiri.
Sambil menggerutu Si Sulung berusaha agar tidak pergi bersamanya.
Namun dengan sabar sang ayah tetap menunggunya.
Si Sulung pun terenyuh.

Si Sulung yang manja, selalu dijejali dengan cinta.
Selalu dilimpahi perhatian.

Si Sulung selalu menangis ditiap bait doanya.
Bukan, bukan karena tersiksa.
Bukan karena terkekang.

Bagaimana nanti si Sulung akan kehilangan mereka.
Mana hal tidak mungkin jika Sang Pencipta meminta kembali titipanNya.
Si Sulung tidak ingin menangisi, tidak ingin dikasihani.
Si Sulung yang manja harus belajar mandiri.

Depok, 08 November 2013
-Di bawah Naungan Hujan-

Love and Hate

Satu hal yang masih membuat saya bertahan mencintai anda, ya saya memang mencintai anda, begitu dan semenjak dahulu.

Sulit sekali saya ingin mengatakan, tapi saya juga membenci anda.
Jauh setelah saya mencintai anda.

Selalu saja, kata-kata anda, menyakitkan mata berserta perasaan saya.

Anda mungkin tidak mengerti dan juga keheranan.
Tapi anda apa tidak mau tahu?
Saya benci, membenci anda dengan mencintai diri anda.

Kenapa? Kenapa hanya saya yang anda tidak pedulikan?
Kenapa hanya saya yang tidak diperhatikan?
Saya benci dengan perlakuan anda. Saya menyesal.

Selamat tinggal, untuk selamanya.

Depok, 06 November 2013

A little note

Sebenarnya, yang saya tulis disini kebanyakan merupakan late post.
Karena terkadang cukup aulit untuk merangkai dalam kata-kata.

Saya senang menuliskan ide-ide, mimpi-mimpi yang saya alami, kisah yang telah terjadi bertahun-tahun lamanya, dan sebagainya.

Saya senang berpuisi, membuat sajak menggunakan kata-kata indah yang memiliki makna tersembunyi.

Terima kasih, selamat istirahat.

A Confession

Selamat Malam,

 

Satu tulisan lagi sebelum saya kembali tidur dan bermimpi.

Ada beberapa kalimat yang saya ingin tuliskan untuk cinta pertama ku.

 

Saya senang dengan semua yang kamu berikan ke saya.

Ini tentang tulisan yang kamu tuliskan ditujukan kepada saya.

Terkadang kamu tidak pernah mengatakan itu untuk saya, tapi di sudut hati terkecil saya mengatakan atau boleh dibilang mengharapkan; bahwa yang kamu tuliskan itu memang untuk saya.

Saya senang dengan semua lagu yang kamu berikan.

Saya senang tiap kamu tersenyum lembut pada saya, seolah hanya untuk saya.

Saya senang dengar suara kamu, menenangkan pikiran saya.

 

Tiba-tiba saya teringat tentang cokelat yang tidak kamu ambil , karena malu. Itulah kamu.

Tiba-tiba saya teringat kamu yang berpindah di sisi kiri saya ketika kita hendak menyeberang jalan.

Tiba-tiba saya teringat perasaan bergetar ketika menunggu kehadiran kamu.

 

Hanya saya yang punya cerita ini, dan kamu punya cerita mu sendiri.

Saya tidak pernah mengetahui perasaan kamu sesungguhnya, biarlah kamu saja yang paham dengan perasaanmu.

 

Kamu berada jauh di titik ketinggian yang tidak bisa saya raih.

Kamu adalah bintang inspirasi saya.

Cahaya yang datang dari masa lalu.

Apa yang kamu pikirkan tentang saya?

 

Depok, 08 September 2013.

Sebuah Mimpi dan Harapan

Selamat malam,

Beberapa hari terakhir ini, saya selalu bermimpi.

Bermimpi dalam tidur saya, di waktu REMs saya melewati fase nya.

Sebenarnya itu adalah mimpi yang diatur.

Saya ingin mengingat semua kejadian yang otak saya proyeksikan.

 

Yang berada di mimpi saya, adalah sahabat-sahabat saya, dengan kejadian yang tidak mungkin di dunia nyata.

Dan bicara soal mimpi, ada hal yang lain dengan suatu mimpi.

Mimpi saya yang berkaitan dengan masa lalu, kalau tidak dibilang berlebihan, boleh lah saya bilang tentang cinta pertama.

 

Apa dia masih memiliki mimpi yang sama dengan saya?

Apakah saya kerap hadir di REMs nya?

 

Ada apa dengan rajutan kisah masa lalu yang hadir di masa kini?

Padahal saya sudah lelah merajut sendirian.

 

Mimpi, alam bawah sadar, tempat saya merealisasikan yang tidak sanggup saya hadirkan di dunia nyata.

Kamulah bentuk dari salah satu mimpi itu.

 

Depok, 08 September 2013