Tag Archives: love

Bidadari Jatuh Hati

Tatap kelabu sepasang bola mata
Teduh di bawah terik matahari
Lengkung sempurna segaris senyum
Membilas luka

Aih, Bidadariku sedang jatuh hati

Kepada pemuda di atas layar.

Jakarta, 08 Januari 2014

to : R.R

Advertisements

Kepada Yang Terkasih

Tidak tahu kah kamu sayang aku begitu merindu
Hingga rindu ini jadi sebuah penyakit
Endapan rindu membuatku sakit kepala setengah mati

Tidak tahu kah kamu sayang aku sedang berjuang
Berjuang mengalahkan ego ku untuk bersama kamu
Ego yang dulu merusak semua mimpi indah ku

Tidak kah kamu ingin mengerti sayang
Mengapa aku begitu keras kepala seperti ini
Atau kah kamu terlanjur membenci

Aku berusaha menahan keinginanku sayang
Tapi bersamamu begitu candu
Seperti yang telah kukatakan sebelumnya
Perasaanku adalah racun untukku
Perasaanmu adalah racun untukku pula

Aku tidak akan lagi menyalahkan
Aku tidak akan lagi menghindar
Aku tidak akan lagi bersembunyi

Kamu sudah tau bagaimana aku mencintaimu

Biarkan aku menanti hari dimana kita merajut mimpi indah bersama

Bukan aku lagi yang merajut sendiri
Bukan tentang kamu dan mereka
Tapi tentang kita

★ ★ ★

Selamat pagi Bintang ku
Saya selalu berdoa untuk kebahagiaanmu dan semoga hari mu menyenangkan

Selamat pagi dan lekas sembuh.

Jakarta, December 14th 2013 08:05

Kegelisahan Tak Berdasar

Selamat siang,

Tepat pada detik ini, lagi-lagi saya ditampar oleh kalimat-kalimat yang kamu rangkai.
Lancang sekali kamu menyakiti saya tanpa kamu tahu, tanpa kamu mengerti.

Ya tapi sudahlah, kesekian kalinya saya saja yang menyesap rindu yang bagai racun.
Memang sudah banyak racun yang mengalir deras dalam rongga-rongga vaskular ku.

Saya yang memutar jauh melewati jalan yang berbeda, dan saya yang hanya selalu melihat punggung mu dari kejauhan.
Saya benci mengakui, tapi saya menikmati segala bentuk racun yang kamu berikan.

Pernah saya berucap sendiri saya ingin menjadi bidadari surga mu, jika Tuhan tidak izinkan saya bersamamu sekarang.
Saya hanya berharap Tuhan bermurah hati, hingga akhirnya saya bisa bersamamu.

Sepersekian detik timbul kerisauan, benarkah ini jalan terbaik yang saya pilih?
Puluhan detik berikutnya, saya mampu berjalan lagi, sendiri.

Apa di menit selanjutnya saya harus terjatuh lagi?

Jakarta, 09 September 2013 13:18